MIHAS 2016 : Debut dan Pentingnya Brand Equity

MIHAS 2016 : Debut dan Pentingnya Brand Equity

Setiap individu atau tim dalam bidang apapun akan memiliki sesuatu yang namanya debut, seperti Kami Sheik Taarik dibawah PT SYAMS KAUTSAR  yang melakukan debut pameran internasional MIHAS (Malaysia International Halal Showcase) edisi ke-13 pada 30 Maret-2 April 2016 melalui fasilitas dari Atase Perdagangan  KBRI di Kuala Lumpur .

MIHAS 2016 merupakan debut Sheik Taarik mengikuti pameran dagang yang bersifat Business to Business (B2B), meski secara khusus ini merupakan pameran internasional pertama, namun secara umum dapat dikatakan ini kedua kalinya, karena sebelumnya pada April 2015, Sheik Taarik bersama Sheik Kebab mendapat kesempatan untuk berjualan yang sifat nya Business to Consumer pada pameran CPHI 2015 (pameran farmasi internasional) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Meski berbeda sasaran dan tujuan, dari pengalaman tersebut setidaknya suasana ‘internasional’ sudah pernah di dapat.

Kami mencoba mengangkat sejarah singkat teh dari tanah tinggi Priangan (Tea of Preanger Highland), Jawa Barat.

Dari semua orang yang mampir ke stand Kami, alhamdulillah semua familiar ketika Kami menyebut nama ‘Bandung’, karena menurut kabar dari seorang wartawan kantor berita ANTARA di Kuala Lumpur, N. Aulia Badar, dahulu semua teh di Malaysia berasal dari PTPN VIII (PT.Perkebunan Nusantara VIII) yang berpusat di Bandung, Jawa Barat, istilahnya importir membeli dalam balki-balkian dengan jumlah yang banyak untuk kemudian dijual di negaranya.

Melalui debut pada pameran internasional ini, kami ingin menunjukkan produk dan merek Sheik Taarik memiliki kekuatan yang mumpuni untuk dipasarkan dan tentunya dikonsumsi oleh banyak orang.

Menurut Herry Soebhiantoro  (Training Specialist ) semua kembali pada filosofi dasar yaitu cost benefit ratio, sebab benefit belum tentu dalam wujud uang tetapi bisa dari brand equity dari produk yang di pamerkan.

Ada dua  tolak ukur dalam mengikuti sebuah pameran seperti MIHAS ini, yaitu secara kualitatif bersifat promotional output, seperti awareness, knowledge, association artinya seberapa jauh kadar yang dicapai, tidak sedikit  yang memberikan apresiasi tentang penampilan packaging produk dan cita rasa teh yang dimiliki, dari tujuh teh yang Kami bawa (White Tea Premium, Black Tea Premium, Black Tea Cinnamon, Black Tea Blackcurrant, Black Tea Mango, Black Tea Jasmine, dan Green Tea), mayoritas visitor tertarik dengan Green Tea,diikuti Black Tea Premium, Black Tea Blackcurrant, dan teh rasa lainnya .

Sheik Taarik bersama salah satu Visitor

SHEIK TAARIK bersama salah satu Visitor

Kedua secara kuantitatif menyangkut nilai transaksional, berapa total transaksi yang diperoleh pada saat pameran dan setelah pameran. Untuk hal ini hal yang penting adalah follow up calon buyer pasca pameran demi menjaga hubungan dan untuk terciptanya kerja sama.

Kedepannya apabila mendapat kesempatan mengikuti pameran bersifat internasional, Kami akan lebih memperkuat brand equity , sebab dari brand equity yang kuat akan memberikan value yang baik kepada pelanggan maupun kepada perusahaan. Dapat meningkatkan kepuasan, keyakinan yang berujung keputusan pembelian dan meningkatakan interpretasi atau proses penerimaan pelanggan.

Kami juga berterima Kasih kepada semua pihak di KBRI Kuala Lumpur dan lainnya yang sudah membantu sebelum, selama, dan sesudah kegiatan MIHAS 2016 ini, terlebih khusus kepada Kepala Atase Perdagangan, Ibu Fajarini Puntodewi yang sudah memberikan kesempatan kepada PT SYAMS KAUTSAR (Sheik Taarik) untuk berpartisipasi dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

Semoga dengan debut mengikuti pameran MIHAS 2016 Kami benar-benar dapat memberikan nilai lebih kepada kemajuan perekonomian Republik Indonesia, salah satunya melalui kegiatan ekspor.

 

Salam.

 

2 Comments

  1. Sheik Tarik , barakallah semoga Allah mudahkan terus ikhtiarnya , maju dan terus sukses aamiin

  2. Salam sukses semoga tetap berjaya sheik tariknya